Home » Desain » Desain Interior Rumah Tradisional

Desain Interior Rumah Tradisional

Seringkali ada kesan yang sangat menghibur tentang desain rumah tradisional yang sederhana, di mana warisan ditampilkan dengan penuh kasih, setiap perabot sangat kaya akan warisan sejarah dan setiap detail diawasi dengan cermat. Berada di rumah bergaya etnik seolah dapat membangkitkan romantisme dan suasana tradisional masa lalu.

Setiap rumah bergaya etnik selalu identik dengan suasana kedamaian, kenyamanan, relaksasi dan ketenangan. Suasana itu sepertinya memindahkan Anda kembali ke ‘akar’ yang Anda tinggalkan ketika kesibukan dan kerumitan hidup membebani. Siapa pun tentu akan merasa betah di dalamnya.

Desain Interior Rumah Tradisional

Desain Interior Rumah Tradisional

Desain Interior Rumah Tradisional

Jika Anda pernah melihat desain rumah etnik Jawa, Anda akan merasakan hal yang sama. Demikian juga ketika Anda mengunjungi berbagai rumah etnik sederhana yang tersebar di seluruh Indonesia, seperti Rumah Gadang tradisional Minangkabau, Rumah Loka, rumah tradisional Nusa Tenggara Barat, Rumah Betang Kalimantan Barat, dan sebagainya.

Jika gaya dekorasi rumah Anda sampai sekarang hanya transisi, kontemporer atau modern, sulit untuk mengetahui bagaimana mengubahnya menjadi desain rumah tradisional yang sederhana tanpa benar-benar mendekorasi ulang seluruh rumah Anda. Namun, jika anggaran Anda terbatas, jangan khawatir. Tetap dimungkinkan untuk mendesain ulang rumah bergaya etnik dengan sentuhan modern tanpa merombaknya sepenuhnya.

Berikut adalah beberapa perubahan penting yang dapat Anda lakukan di sekitar rumah bergaya etnik untuk melestarikan budaya tradisional, apa pun gaya yang Anda terapkan saat ini.

1. Rahasia unsur alami

Desain interior rumah bergaya etnik sering dikaitkan dengan gaya arsitektur Rustic yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘berkarat’ atau lama (kuno). Konsep ini didasarkan pada kepedulian terhadap lingkungan dan menekankan elemen alami dan elemen yang tidak dibuat-buat. Sebagian besar bahan yang digunakan memiliki tekstur permukaan kasar karena sengaja dibiarkan alami dan tidak banyak finishing.

2. Konsep mixed-combo

Konsep desain interior rumah bergaya etnik dapat menggunakan konsep eklektik yang menggabungkan dua elemen atau gaya menjadi bentuk terpisah dalam satu ruangan. Gaya ini menggabungkan unsur-unsur gaya historis dari masa lalu untuk menciptakan sesuatu yang baru dan asli. Dalam arsitektur dan desain interior, elemen-elemen ini termasuk struktur bangunan, furnitur, motif dekoratif, ornamen sejarah, motif budaya tradisional atau gaya dari negara lain.

3. Romantisme klasik

Bagi Anda yang suka sedikit sentuhan kemewahan, desain interior rumah bergaya etnik juga dapat dipadukan dengan konsep klasik yang mengutamakan komposisi, keseimbangan, harmonisasi sempurna dan elemen yang sangat detail.

4. Inovasi smart-tech

Anda mungkin bertanya, mungkinkah menggabungkan gaya rumah etnik sederhana dengan konsep futuristik? Konsep futuristik dirancang dengan mengandalkan imajinasi tentang ruang yang akan digunakan di masa depan. Biasanya desain ini menggunakan bahan logam dan bahan fabrikasi dengan efisiensi dan teknologi tinggi.

5. Tradisional minimalis

Karena kini konsep modern minimalis menjadi tren, Anda tentu dapat memadukan desain rumah bergaya etnik dengan konsep minimalis. Konsep minimalis menekankan kesederhanaan, fungsi, atau efektivitas serta faktor ekonomi penggunanya, sehingga membatasi penggunaan ornamen seminimal mungkin, bahkan tidak menggunakannya sama sekali karena memainkan lebih banyak komposisi dalam bidang geometris.

6. Esensi ruang komunal

Prinsip utama yang perlu dipertimbangkan dalam desain rumah bergaya etnik adalah memprioritaskan fungsi ruang komunal. Dalam hal ini, misalnya, sebuah paviliun yang merupakan ruang komunal telah menjadi ruang multifungsi bagi penghuninya, baik sebagai ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, atau ruang multiguna. Demikian juga, teras luas rumah Betawi juga berfungsi sebagai ruang komunal.

7. Pola ornamen khas

Jika Anda ingin mempertahankan unsur tradisional, Anda harus memperhatikan ornamen yang ditemukan di setiap rumah bergaya etnik. Interior rumah bergaya tradisional sering menggunakan ornamen bunga dalam bentuk sulur tanaman atau cabang pohon. Tidak hanya pada dinding, tetapi juga pada ukiran, kolom, pintu, jendela, dan elemen rumah lainnya. Mengapa pola bunga? Karena pola ini berkaitan dengan bunga atau tanaman yang melekat erat dengan kehidupan tradisional di pedesaan.

8. Simetris & berpasangan

Salah satu ciri khas model rumah bergaya etnik adalah pemilihan furnitur untuk desain interior yang selalu berpasangan, misalnya: kursi, pintu, jendela dan ornamen lainnya. Karakteristik ini mencerminkan nilai-nilai konvensional, pasangan hidup, dan keabadian.

9. Daur ulang vs modern

Desain rumah tradisional sederhana tidak menggunakan furnitur yang tampak canggih, tetapi sering menggunakan furnitur daur ulang. Bahan tidak dibeli, tetapi memiliki sentuhan khusus dan bersifat pribadi. Misalnya, furnitur dari potongan kayu daur ulang, furnitur antik, atau rotan. Anda bisa memadukannya dengan sedikit sentuhan modern pada beberapa furnitur atau ornamen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*